Orang ramai berkumpul
Suara sama suara saling menindih
Berebut kekuasaan minta didengarkan

kami tak kenal senja berwarna bata
kami tak kenal padi berwarna emas

: segala merah
tak ada warna lain dalam hati kami
tak ada pelangi dalam ingatan kami

kalian telah merantainya…

Orang jadi riuh bergaduh
Dengan dada bungah kejayaan
Saling tatap meski mata mereka pedang
Siap merobek dan menikam

darah itu tak berwarna biru, Jenderal!
dan tubuh kami punya akar:
kau lupa menghabisinya!

jangan bicara lagi, Jenderal!
dari mulutmu keluar sudah belatung hati
yang kau tanam pada masa lalu
dengan sengat sangat

……………………………..
……………………………..

darah itu tak berwarna biru, Jenderal!
dan tubuh kami punya akar:
kau lupa menghabisinya!

……………………………..
……………………………..

Orang lagi hilang sabar
Separuh bermantra, separuh menerjang
Dan malam panjang tiada habis mengabar tanda

** ini suara dari tokoh bangoen adjipamekas dalam lakon lama: mangsa pada. dan tiba-tiba saya sangat berharap: semoga kita dijauhkan dari hujan salah mangsa, salah rupa, salah kaprah, dan salah-salah lain yang berujung pada salah tanpa muara keheningan yang membebaskan. catatan ini tuk seorang kawan yang berhasil membuat ini malam jadi gigil-tersandera ingatan, sebab kelindan berlipat yang ia pos-kan.

Cin Hapsarin Tomoidjojo