Tags

, , , ,

Memainkan lakon Brojodento Balelo, dalang bocah perwakilan provinsi Sumatera Utara ini tampil dengan memukau. “Saya sudah berusaha semaksimal mungkin. Semoga saja penampilan saya tadi sempurna,” demikian ucapnya dengan penuh percaya diri. FDB kali ini adalah FDB ketiga bagi Bayu. Sebelumnya, Bayu sempat mengikuti FDB tahun 2008 dan 2009. Di tahun pertama, Bayu mendapat juara ketiga, lalu pada tahun berikut Bayu memperoleh predikat juara dua. “Karena ini yang ketiga semoga saja saya bisa juara pertama.. Ya walaupun tingkat persaingan di FDB kali ini lebih berat dibanding masa-masa sebelumnya.”

Anak laki-laki penyuka sepak bola ini menuturkan jika sejarah perkenalannya dengan wayang dimulai sejak usianya masih sangat dini. “Kata ibu waktu usia delapan bulan kami pigi ke Aceh dan di sana saya memainkan wayang. Sejak saat itulah saya mulai suka wayang.”

Ditanya mengenai aktivitasnya belakangan waktu ini, Bayu yang kelahiran Sidodadi, 14 Juni 1998, mengatakan jika ia sedang tergoda dengan sepakbola. “Teman-teman suka mengejek, kata mereka kau sih main wayang terus, jadi tak becus main bola,” ujar Bayu sambil tergelak, “padahal kalau di rumah, bapak juga sering marah misal saya tak latihan wayang dan pigi main bola terus. Serba susahlah pokoknya…”

Dalang bocah di daerah tempat tinggal Bayu sendiri, Kisaran, memang tergolong langka. Para pengiring Bayu juga tergolong berusia lanjut. “Mereka tu orang tua-tua semua”, ungkap Bayu dengan dialek Medan-Jawa. “Tapi mau bagaimana, kalau tak ada mereka pun saya tak bisa pentas… Yang menjadi dalang sedikit, pengiringnya juga, walaupun kampung saya itu banyak orang Jawanya. Kawan-kawan saya pun lebih suka pigi dolan ketimbang nonton wayang…”

Sunadi Cermo, ayah Bayu, nampaknya juga sudah melihat gejala ini. “Bapak minta saya tuk mainkan wayang dengan bahasa Indonesia.. Tapi itu kan sulit… Saya takut bingung kerna bahasa yang campur-campur, Jawa-Indonesia begitu.. Tapi yang paling penting adalah rasanya… Macam ada yang hilang…”

Bayu belum tahu siasat apa yang akan ia siapkan untuk mengatasi problem tersebut, yang pasti ia bersikukuh dengan cita-citanya, menjadi dalang atau… “Saya suka Messi, dia lincah dan kuat mirip Gatot Kaca. Bukan ukuran tubuhnya ya.. Tapi stamina dan kegesitannya… Tapi andai disuruh pilih mau jadi pemain sepak bola atau dalang, saya tetap akan pilih jadi dalang,” ungkapnya menutup perbincangan. [aovi | cin hapsari tomoidjojo untuk festivaldalangbocah.com]