Tags

, ,

simply white pottery | pawonpotSimply White Pottery ini adalah upload pertama dari kategori Whatever Pottery yang dibuat. Sengaja saya jadikan yang pertama karena pot ini spesial untuk saya. Ehm, pottery sebenarnya bukan kata yang tepat, sebab pottery berarti tembikar sementara pot kecil milik saya itu terbuat dari bahan plastik. Tapi sekarang saya sedang mau ngeyel, saya tak mau pusing dengan soal itu lantaran pot ini benar-benar memikat hati saya.

Siapa dapat menebak apakah yang membuat pot ini memikat hati? Ah, yup, benar! Pot ini memikat lantaran ia dibuat dari benda plastik yang biasanya kita masukkan ke tempat sampah setelah kita selesai memakainya. Ya, pot ini memang berasal dari wadah shampoo yang kemudian dipotong dengan menggunakan cutter, lalu diamplas untuk menghaluskan sisi-sisinya. Yang saya suka adalah karena pengerjaannya sangat halus. Seluruh sisi pot itu mendekati presisi dan itu yang membuatnya cantik!

Pot kecil itu boleh cantik tapi dimanakah letak spesialnya? Dalam bayangan saya pribadi, yang sangat tak telaten dalam urusan potong-memotong apalagi mengamplas, kegiatan itu pastilah dilakukan dengan kehati-hatian tingkat tinggi. Dalam proses kreasi, saya sendiri percaya jika ketelatenan memang modal awal tapi bagi saya ada hal lain yang harus menjadi dasar, dan namanya tak lain dan tak bukan adalah hati! Ya, hati! Saya melihat ada hati dalam pot kecil yang sederhana itu dan saya senang menerima pemberian tersebut *dan rasanya tak perlu disebutkan kalau pemberian tersebut berasal dari seseorang yang juga spesial ;p

Yang pasti, setelah saya menerima pot itu, keesokan harinya saya segera mengisi dengan media tanam dan memilih salah satu tanaman yang kuat untuk diletakkan di dalam ruangan. Saya sendiri tak tahu apa nama tanaman itu. Saya mendapat tanaman itu dari anak sepupu saya yang memang maniak dengan tanaman. Dia bilang, asal digelindingkan dan ada penyangganya, tanaman itu akan hidup. Tak perduli tanah atau batu, dia akan bisa bertahan dan dia juga tak memerlukan banyak air. Klop, kalau begitu! Saya memang butuh tanaman yang tak cengeng dan manja dengan terpaan jaman *haiah.

Setelah semua masuk, media tanam dan tanaman itu, saya lalu memberi pita kuning untuk mempercantik pot itu. Sebagai ornamen saya tambahkan bijian berwarna merah dan coklat yang saya lekatkan di bagian pita dan dipermanis lagi dengan sejenis gabah kuning di samping tanaman. Semua itu adalah bahan sisa menghias kaleng dan tas kanvas yang kebetulan masih saya simpan. Sudah pasti alur kerja saya ini ngaco alias terbolak-balik. Seharusnya saya menghias pot terlebih dahulu lalu mengisinya; dan bukan sebaliknya. Karena proses itu maka ketika saya memberi lem pada pita media tanam sempat tumpah. Untungnya, dia tidak tumpah terlalu banyak. Dan, taaadaaaa… Saya selesai mempercantik si pot putih yang sederhana itu!

Proses menghias Simply White Pottery ini tak makan waktu lama. Sepertinya saya hanya butuh waktu sekitar setengah jam saja. Pukul setengah sepuluh malam saya selesai membuatnya  dan setelah itu saya langsung mengambil foto lalu mengirimkannya kepada sang pemberi pot. Dan sekarang Simply White Pottery hidup dengan tenang dan bertengger manis di salah satu sudut kamar tidur saya.

Simply White Pottery dan dia benar-benar cantik! You are beautiful, beautiful, beautiful… Kamu cantik cantik dari hatimu… Eh, ada lagu Cherry Belle :)

[] c